comsc-2
KATEGORI N icon-pencil-edit BUAT LAPAK

TERJUAL Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com

4.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
profile picture
Aktivis Kaskus #1

Dirham khamsa logam mulia Diskon 3 persen dr Geraidinar

Kami dengan Bangga Mempersembahkan Layanan Terbaik Penjualan Dirham Perak kepada Kaskuser Tercinta Dijual khamsa (5) Dirham logam mulia antam bersertifikat ....

Kondisi Barang : Baru
HARGA: Rp 350.000(5 DIRHAM/1 KHAMSA)
HARGA PROMOSI ANE KASIH DISKON 3 PERSEN DARI HARGA DI http://www.geraidinar.com/

HARGA SETELAH DISKON 3 persen: Rp 350.000(5 DIRHAM/1 KHAMSA)
Free Ongkir untuk kota kota tertentu
Menerima COD di JAKARTA TIMUR DAN JAKARTA SELATAN

HUBUNGI : 085218664790

Lokasi Seller : DKI Jakarta

Berikut testimoni dari Kaskuser yang sudah pernah transaksi beli Dirham Perak :

Quote:Original Posted By nols
Sip....sip....dan terpercaya....
Itu kesan saya unt Agan satu ini....

Tgl 9 juni aku transaksi 10 khamsa dgn posisi diskon 3% dan
free ongkos kirim ke Malang.
Tgl 11 sore udah aku terima....


Quote:Original Posted By jewe83
ane udah 2x beli khamsa di agan atu ini totalnya 8 khamsa....yg pertama via jne, yg kedua dianter ke lokasi.... harganya lebih murah drpd GD makanya ane minat beli hehe... yg pasti ongkir free.............. Sukses ya gan lapaknya....

emoticon-Recommended Seller


Quote:Original Posted By buffon80
thanks bang Alam.

maap baru bisa nulis. chamsanya sudah saya terima COD diPGC cililitan.
sudah saya cek di Bank keaslian sertifikatnya.

thanks alot bang.

Erlin Hikmawan
Condet Cililitan

emoticon-Cendol (S)

emoticon-I Love Kaskus (S)


Quote:Original Posted By orangnet
barang sudah sampai gan. Packing oke, pelayanan cepat.
Recommanded Seller nih agan emoticon-shakehand
thnx yo


Quote:Original Posted By kumornovic
emang paling top seller yg satu ini emoticon-Recommended Seller
dalam itungan jam setelah transfer si khamsa langsung dianter kerumah ! emoticon-Belo
responnya super, ngga pake ribet emoticon-thumbsup:emoticon-thumbsup:emoticon-thumbsup:
khamsanya mulus top emoticon-thumbsup:emoticon-thumbsup:emoticon-thumbsup:
berani kasih harga 3% dibawah spot GD + free ongkir ke pd.gede emoticon-thumbsup:emoticon-thumbsup:emoticon-thumbsup:

thanks bro, ane puas emoticon-Big Grin
smg makin sukses emoticon-shakehand


Quote:Original Posted By chalieflo
mantab agan satu ini
semalam jam 20 transfer duit, barang langsung dipaketin...
hari ini jam 12 barang dah ane terima...
emoticon-Recommended Seller

ntar kalo terima gaji lagi, saya beli lagi di agan lagi ya...
daripada nyimpen duit kertas mending nyimpen di dirham, dinar ama Logam Mulia ngga kena inflasi
emoticon-2 Jempol


Quote:Original Posted By danajaya
nih agan memang recemended seller emoticon-Add Friend (S), senin dikirim besok sorenya sudah sampai di surabaya, thanks bro alam, kapan2 pesan lagi ya ..



Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com

Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com

Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com
profile picture
Aktivis Kaskus #2
Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com
Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com
Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com
Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com

Bisa dilihat disini perak dalam 10 tahun naik 10 kali lipat, kalau anda investasikan 1 juta tahun 2001 maka tahun 2011 uang anda sudah 10 juta.
Bull market ini masih akan berlangsung lama mungkin sampai 10 tahun lagi
profile picture
Aktivis Kaskus #3
Logam Mulia Perak Ditinggalkan? Jangan...!!!
Assalamu'alaikum.

Logam perak adalah pasangan dari logam emas, dimana termasuk logam mulia yang memiliki sifat khas dan merupakan logam konduktor listrik terbaik seperti emas, sehingga banyak digunakan di peralatan elektronik[1]. Jumlahnya di alam terbatas dan dipergunakan sebagai perhiasan seperti emas juga, namun kita lihat saat ini perbandingan harga 1 gram emas dan 1 gram perak sekitar 1:60[2]. Mengapa begitu? Dan masihkah perak bernilai tinggi?

Bersandingnya Kembali Dinar dan Dirham

Mulai Maret 2009 Dirham kembali bersandingan dengan Dinar sesudah cukup lama absen. Nilainya yang under-valued, dalam jangka panjang, akan membuat nilai dirham meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan pasangannya.

Dalam sebuah riwayat diceritakan Khalifah Umar bin Khattab memberikan nasehat kepada para sahabatnya tentang ekonomi keluarga, "Jangan kalian makan telur. Sebab jika salah seorang di antara kalian makan telur, maka sekali makan telur itu sudah habis. Tapi jika telur itu ditetaskan dan dipelihara akan melahirkan seekor ayam, hingga bisa dijual seharga satu dirham." Dari riwayat ini kita mengetahui bahwa, pada tahun 640-an M, harga seekor ayam di Madinah adalah satu dirham. Hari ini, hampir 14 abad kemudian, di Jakarta, harga seekor ayam juga tak lebih dari satu dirham, yang nilai tukarnya dalam rupiah adalah sekitar Rp 30.000/dirham.

Jadi, sama seperti pasangannya Dinar emas, Dirham perak juga tak mengenal inflasi. Dinar dan Dirham memang ditakdirkan hadir berpasangan, sebagai penakar nilai yang sangat stabil. Keduanya juga telah ditetapkan nisbahnya secara syar'i, 7:10 dalam beratnya, yakni 4.25 gram untuk Dinar emas dan 2.975 gram untuk Dirham perak. Bagaimana dengan perbandingannya dalam nilai? Tidak ada ketentuan yang menetapkannya, alias mengikuti hukum pasar, tergantung pada permintaan dan penawaran keduanya. Tentu saja kita dapat melihatnya secara historis yan g menunjukkan perbandingan nilai Dinar versus Dirham yang berubah-ubah.

Di zaman ketika Rasulullah SAW masih hidup perbandingannya adalah 1:10. Boleh jadi karena keadaan saat itu yang demikianlah maka hukum atas nisab zakat mal pun antara keduanya berbanding 1:10. Nisab zakat Dinar emas adalah 20 Dinar, sedangkan zakat Dirham perak adalah 200 Dirham. Ketentuan ini tidak berubah sampai saat ini, meskipun nisbah nilai Dinar dan Dirham berubah-ubah. Imam Malik, misalnya, dalam kitabnya Al Muwatta , melaporkan bahwa pada masa sesudah kenabian nisbah Dinar dan Dirham, berubah-ubah sampai 1:12, tapi nisab zakat tak boleh berubah. Di masa-masa selanjutnya perbandingan ini terus membesar rasionya. Di abad ke-14, misalnya, di zaman Mamluk, di Mesir, terjadi inflasi besar-besaran akibat sultan mencetak terlalu banyak fulus (terbuat dari tembaga). Al Maqrizi, mantan Muhtasib, ketika itu, menegaskan agar nisbah nilai Dinar dan Dirham dipertahankan pada posisi 1:24.

Bagaimana posisinya hari ini? Sebagaimana diketahui, pada awal Maret 2009, kembali mengedarkan koin Dirham, dalam satuan khamsa (5 Dirham). Dinar dan Dirham kembali disandingkan, dengan rasio nilai Dinar dan Dirham saat ini adalah sekitar 1:50. Ini menunjukkan tingkat yang teramat jauh dari tingkat ideal di zaman Nabi SAW, yang berada pada tingkat 1:10 sampai 1:12. Bahkan bila dibandingkan dengan di zaman-zaman kekhalifahan sesudahnya, di abad-abad 14-15, seperti disarankan oleh Al Maqrizi, pada tingkat 1:24.

Apa makna rasio Dinar : Dirham saat ini yang berada pada posisi 1:50? Jelas hal ini menunjukkan bahwa perak, atau Dirham, tengah mengalami posisi under-valued. Nilai Dirham saat ini jauh di bawah nilai yang seharusnya. Posisi ideal emas dan perak seharusnya mengikuti keadaan fitrahnya, sebagaimana yang kita temukan di alam raya. Sebagaimana kita ketahui dua logam mulia ini, di dalam bumi, selalu ditemukan secara bersamaan, dalam kadar emas sekitar 6%-10%an. Dengan kata lain, perbandingan bijih emas dan perak dalam keadaan alamiahnya, rata-rata, umumnya adalah sekitar 1:12. Bukankah di sini kita dapat melihat betapa agungnya alasan Rasulullah SAW menetapkan rasio nisab zakat Dinar dan Dirham adalah 1:10, yakni perbandingan yang sangat dekat dengan fitrah alam?

Dalam bentuk koin, tentu perbandingan emas dan perak, tidak lagi 100% alamiah, karena telah masuk unsur-unsur campur tangan manusia, seperti biaya pencetakan dan penyebarluasan. Dan, tentu saja, keadaan perekonomian dan pasar di dalam masyarakat juga mempengaruhi nisbah nilai Dinar dan Dirham ini. Meskipun, dalam hal nisab zakat, ketentuannya tetap tak berubah, 1:10. Khususnya di zaman mutakhir kini, ketika penetapan nilai tidak lagi didasarkan pada fitrah, melainkan dirusak oleh "nilai nominal" yang dibubuhkan pada uang kertas, rasio nilai emas dan perak menjadi sangat lebar, 1:50. Posisi terbaik yang pernah dicapainya adalah 1:30.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana kita alami, koin Dirham perak akan jauh lebih diperlukan, untuk transaksi-transaksi kecil dan menengah yang lebih banyak ketimbang transaksi besar (yang dapat dilakukan dalam dinar emas). Maka, permintaan akan koin perak akan jauh lebih besar dari permintaan atas koin emas. Dapat disimpulkan, peraklah yang mengalami under-valued dan bukan emas yang mengalami over-valued. Dengan kata lain, nilai Dirham peraklah yang akan terus mengejar nilai Dinar emas, untuk mendekatkan rasionya kepada keadaan yang lebih sesuai dengan fitrahnya.

Bisa diestimasikan, kalau kita berpatokan kepada petunjuk Al Maqrizi saja, yaitu rasio Dinar dan Dirham adalah 1:24, maka nilai Dirham akan terus meningkat, mengejar nilai Dinar, setidaknya sampai 2 kali lipat dari nilai saat ini. Dengan kata lain, dalam jangka panjang, menabung dan bertransaksi dengan Dirham perak akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan menabung dan bertransaksi dalam Dinar emas. Karena itu, tak perlu ragu, mulailah menabung dan bertransaksilah dengan Dirham perak - di samping dengan Dinar emas tentunya untuk nilai yang lebih besar - sekarang juga!
profile picture
Aktivis Kaskus #4
Tujuh Alasan Berinvestasi Perak ala Barat
Jakarta | Jum'at, 27 May 2011
Rizky Andriati Pohan
KESADARAN berinvestasi perak berkembang di Barat beberapa bulan terakhir ini. Harga perak diprediksi akan terus melejit pada masa mendatang. Analisa investasi ala Barat mengemukakan sejumlah alasan mengapa perak harus lekas dikantongi. Berikut alasannya:

1. Perak dibutuhkan dalam berbagai industri, mulai dari industri komputer, kamera hingga telepon seluler. Sifat perak yang mudah mengantarkan panas dan listrik memantulkan cahaya lebih baik dibandingkan bahan logam lainnya. Perak menjadi komponen yang secara praktis digunakan dalam setiap alat elektronik yang dipakai manusia. Dengan perkembangan ekonomi di negara BRIC (Brazil, Rusia, India dan China) yang terus meroket, permintaan barang elektronik akan terus berlanjut sehingga memberikan ketegangan lebih tinggi pada pasar perak di masa depan.

2.Rasio harga beli perak dan emas masih terlalu tinggi dan harga perak murah serta terjangkau.

3.Terdapat peningkatan impor perak oleh India yang merupakan konsumen perak terbesar di dunia serta China di mana dilaporkan penjualan perak di Shanghai Metal Exchange China naik hingga 290 persen pada kuartal ketiga tahun 2010.

4.Saat ini Amerika Serikat masih menimbun kekayaannya dalam bentuk emas. Namun jika Negeri Paman Sam itu mulai mengikuti langkah China, maka yang terjadi harga perak akan melambung lebih tinggi daripada hari ini.

6.Harga perak naik empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir, sementara harga emas meningkat dua kali lipat saja.

7.Investor-investor kelas internasional seperti Robert Kawasaki, sudah merekomendasikan banyak orang untuk berinvestasi emas dan perak sebagai pilihan paling bijak sejak beberapa tahun terakhir. Dalam dialog di Newsmax TV, Robert Kiyosaki yang juga penulis buku Rich Dad, Poor Dad mengatakan, perak adalah investasi nomor wahid saat ini. Dia menyerukan kepada masyarakat Amerika agar membeli perak untuk melindung harta mereka.

"Jika anda takut terhadap inflasi, apa yang harus dilakukan adalah berinvestasi perak. Perak adalah investasi nomor satu saat ini dan semua orang bisa melakukannya. Bahkan harga perak setara dengan secangkir kopi di Starbucks," katanya.
profile picture
Aktivis Kaskus #5
Warga Dunia Serbu Koin Perak

Dalam mengantisipasi krisis finansial global para pengamat menyerukan warga dunia agar menggunakan perak. Kesempatan terbaik ada pada umat Islam.

Nama Robert T Kiyosaki sangat dikenal secara internasional karena buku-bukunya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Ia menulis sekitar lima belas buku laris, yang petama dan terpopuler adalah Cashflow Quadrant: Rich Dad's Guide to Financial Freedom (2000). Dan tahukah resep terakhir dari Kiyosaki bagi masyarakat untuk menyelamatkan asetnya? 'Belilah perak!' Resep 'Belilah perak!' (lihat http://www.youtube.com/watch?v=7D4zj...ailpage#t=242s) ini ia kampanyekan sejak 2009 lalu. Salah satu latar belakangnya, tentu saja, adalah krisis finansial yang terjadi di Amerika akhir 2008 lalu, akibat runtuhnya kredit perumahan di sana yang menyadarkan banyak orang tentang gelembung ekonomi berbasis uang kertas. Pada 2010 kampanye untuk memegang perak kembali disuarakan, kali ini oleh Max Keiser, juga seorang kritikus dan penasehat keuangan.

Bagi kaum Muslim, seruan untuk memegang perak ini tentulah sangat tepat dan mudah diikuti, dengan telah beredarnya koin Dirham secara luas melalui 90-an wakala yang tersebar di Indonesia. Secara riil kemampuan Dirham perak dalam menjaga nilainya semakin terbukti, dan dalam keadaan sekarang, bahkan melebihi kemampuan emas. Mengapa? Karena rasio nilai emas dan perak saat ini sangat besar sekitar 1:50, sedangkan dalam waktu yang sangat lama rasionya adalah 1:15 (lihat Diagram 2). Ini terjadi sejak akhir tahun 1970an, bahkan pernah mencapai titik terendahnya sampai di bawah 1:90 pada awal 1990an (lihat Diagram 1).
Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com

Kalau panduan yang kita gunakan merujuk kepada apa yang diajarkan oleh Rasulullah, sallalahu alayhi wa sallam, melalui hukum zakat dan konteks historis di Madinah saat hukum itu ditetapkan, rasio nilai Dirhamemoticon-Big Grininar ini bahkan seharusnya antara 1:10 dan 1:12. Artinya harga perak saat ini sangatlah murah. Inilah saat yang tepat dan baik untuk memperbanyak jumlah Dirham perak yang ada di masyarakat, dengan cara menukarkannya dengan uang kertas, atau melalui transaksi perdagangan, sedekah, dan pembagian zakat. Secara empiris kenaikan nilai tukar Dirham perak dalam setahun terakhir ini memang sangat tinggi, dari Rp. 27.500 (Agustus 2009) menjadi Rp 42.500 (Desember 2010). Artinya nilainya naik sebesar 54.5%/tahun atau 4.5%/bulan.

Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com

Di masa yang akan datang kecenderungan ini akan terus terjadi, bahkan akan lebih besar lagi percepatan kenaikan nilai peraknya, karena permintaan dan penggunaannya akan jauh lebih besar. Apalagi ditunjang oleh kampanye dari orang-orang seperti Robert Kiyosaki dan Max Keiser di atas. Permintaan koin perak akan membesar dalam waktu dekat ini karena beberapa hal:

Meski secara alamiah produksi perak jauh di atas produksi emas, stok perak saat ini justru lebih langka ketimbang emas.Sebab perak digunakan untuk berbagai keperluan industri, dan sebagian besar telah terkonsumi habis. Ini berbeda dengan emas yang stoknya tidak pernah berkurang, karena hanya digunakan sebagai cadangan kekayaan. Jadi, sensitifitas nilai tukar perak akan sangat tinggi terhadap peningkatan permintaannya.
Perak dan emas sama-sama merupakan logam mulia, tetapi harganya jauh lebih murah ketimbang emas. Sebagai koin Dirham saat ini dapat diperoleh mulai dari 1 dan 5 Dirham. Ini membuat perak dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Bersama pasangannya Dinar Emas, Dirham perak secara praktis telah berlaku kembali dan digunakan sebagai alat tukar atau mata uang. Ini memberikan kesempatan kepada mereka yang tidak memiliki uang (rupiah) pun dapat memiliki Dirham perak, melalui jual beli, barang dan jasa. Artinya seorang kuli atau tukang becak pun akan dapat memiliki Dirham perak, kalau ia meminta bayarannya dalam Dirham perak. Pemakaiannya sebagai mata uang akan mendongkrak kebutuhan koin perak secara dramatis.
Dirham merupakan alat pembayar zakat mal, dengan ketentuan Nisab yang lebih rendah dari Dinar, yakni 200 Dirham. Ini memberi kesempatan bagi si kaya untuk berbagai kepada si miskin, melalui pembagian zakat mal, dengan jumlah muzakki yang akan jauh lebih banyak ketimbang muzakki yang memegang Dinar emas. Dan ini berarti pemerataan kekayaan akan lebih mudah dan luas terjadi melalui koin Dirham perak. Secara umum pengenalan masyarakat Indonesia terhadap perak sejauh ini memang sangat rendah. Logam ini paling-paling dikenali sebagai bahan kerajinan perak, yang juga tak banyak diminati. Tetapi, dengan dikembalikannya fungsi perak sebagai uang dalam bentuk koin Dirham perak, pemahaman tentang perak ini telah dengan cepat kembali tersebar luas. Bisa kita harapkan permintaan perak akan melonjak dalam waktu dekat ini, yang otomatis juga akan mendongkrak nilai tukarnya.

Lihatlah yang terjadi di Amerika Utara saat ini. U.S. Mint, pencetak koin emas dan perak di AS, kuartal pertama tahun ini saja telah menjual koin Silver Eagle jauh di atas periode-periode sebelumnya, lebih dari satu juta koin. Royal Canadian Mint, selama 2009, meningkatkan produksinya sampai 9.7 juta koin perak, Silver Maple Leafs, juga merupakan rekor tertinggi. Di Asia, setidaknya di Indonesia dan Malaysia, meski belum ada angka kongkritnya, permintaan akan koin perak ini belakangan juga sangat tinggi.

Dengan memahami karakteristik perak dalam fungsinya sebagai uang secara lebih baik, sebagaimana diuraikan di atas maka posisi perak dan emas adalah komplementer, bukan alternatif. Artinya tindakan sebagian orang yang menabung koin Dirham perak untuk suatu saat ditukarkan dengan koin Dinar emas adalah keliru. Dirham perak dan Dinar emas memiliki fungsinya sendiri-sendiri: masing-masing sebagai alat tukar benda bernilai kecil dan bernilai besar. Keduanya bisa saja ditabung, tetapi itu hanya yang memang 'bersisa', selebihnya gunakanlah untuk bertransaksi sehari-hari.

profile picture
Aktivis Kaskus #6
Dirham Perak (mulai) Kembalikan "Jatidiri"nya


Ramainya perbincangan mengenai emas/ dinar akhir-akhir ini sebagai instrumen lindung nilai, investasi, maupun tabungan, membuat kita sedikit melupakan saudara kandung emas sesama logammulia yakni perak/ dirham. Saudara sekalian kenaikan harga dirham/ perak yang signifikan kemarin malam ini mulai menunjukkan kembali 'jatidirinya' yang sesungguhnya.

Dikutip dari buku think dinarnya Endy Kurniawan.Dalam berbagai literatur sejarah Islam bahwa, nilai Dirham terhadap Dinar sendiri yang berlaku pada jaman Rasulullah SAW adalah 1 : 10 (1 Dinar sama dengan 10 Dirham). Rasio ini didasarkan pada 2 hadits Raasulullah SAW yang diriwayatkan Ahmad, Abu Daud dan Baiqahi serta Ash-Habus Sunan.
Pada jaman Umar ibn Khattab, pernah tercatat rasionya adalah 1 : 12. Belakangan, dikisahkan pada jaman Ibnu Faqih (298 H) nilai Dinar : Dirham stabil pada 1 : 15. Yang mengejutkan, ternyata seribu tahun kemudian, kurs 1 : 15 ini juga berlaku di Amerika pada 1792 – 1834 Masehi.

Saat ini, dikarenakan kendala pada produksi (perak adalah hasil sampingan dari produksi emas, tembaga, seng dan timbal), dan distribusi/alokasi (perak lebih dominan untuk kebutuhan industri), maka rasio Dinar terhadap Dirham menjadi tak wajar, yakni 1:26, hari-hari kemarin 1:33, bahkan ketika diterbitkannya buku think dinar cetakan pertama pada akhir 2010 dituliskan 1:43 Dirham saat itu Rp 33000,- sedangkan hari ini +/- Rp 88000,- kenaikan nilainya terhadap rupiah sudah lebih dari 100 %, walaupun juga dipengaruhi melemahnya Rupiah terhadap USD. artinya optimisme melesatnya nilai perak masih akan terus terjadi.

Kembali menurut Endy Kurniawan, banyak tulisan dan prediksi yang memperkirakan perak akan berjalan di ‘track yang seharusnya’ pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Satu contoh, Reuters menuliskan di laporan ekonomi pada akhir tahun 2009 bahwa perak akan naik sebesar 34% pada 2010. Selain itu, pada buku “Buy Gold Now”, chapter 19 yang berjudul ‘Why Silver Might Rise More Than Gold”, terdapat beberapa alasan logic mengapa nilai perak akan melesat. Diantaranya adalah meningkatnya permintaan yang tak dibarengi kemampuan perusahaan mining meningkatkan kapasitas produksinya, serta hukum yang jelas bahwa harga komoditas akan terus berjalan beriringan, termasuk antara emas, perak dan minyak. Tinggal menunggu waktunya.
Dengan demikian, jika sebelumnya kita telah memilih Dinar untuk penyimpan dan penyelamat harta kita, sambil sedikit demi sedikit menggunakannya untuk alat transaksi, saat ini kita bisa mulai memperlakukan Dirham serupa itu.

Wallahualam.......

sumber : Buku 'Think Dinar' karya Endy Kurniawan dan literatur lainnya
profile picture
Aktivis Kaskus #7
emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskus
profile picture
Aktivis Kaskus #8
Ayat Al-Qur’an Tentang Dinar dan Dirham

Dalam Alquran, Allah swt menyebut dinar dan dirham sebagai mata uang yang digunakan manusia, namun Alquran tidak secara eksplisit memerintahkan penerapan dinar dirham sebagai mata uang. Alqur’an dan Hadist juga tidak pernah mengklaim bahwa dinar dan dirham adalah satu-satunya mata uang yang sah digunakan umat Islam dalam melakukan setiap transaksi dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Namun demikian, penyebutan kata-kata dinar dan dirham dalam ayat-ayat berikut secara implisit menunjukkan pengakuan Allah terhadap superioritas dinar dan dirham. Sebutan Dinar dan Dirham, misalnya terdapat dalam ayat-ayat berikut:

“Dan di antara Ahli Kitab, ada orang yang kalau engkau amanahkan dia menyimpan sejumlah besar harta sekalipun, ia akan mengembalikannya (dengan sempurna) kepadamu, dan ada pula di antara mereka yang kalau engkau amanahkan menyimpan sedinar pun, ia tidak akan mengembalikannya kepadamu kecuali kalau engkau selalu menuntutnya…” (Q.S. Ali Imran: 75);

“Dan (setelah terjadi perundingan) mereka menjualnya dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja bilangannya…” (Q.S. Yusuf: 20).

Sedangkan dalam ayat lain, perkataan emas dan perak direkamkan untuk menjelaskan fungsi dari emas dan perak tersebut. Allah swt berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, lalu mati sedang mereka tetap kafir, maka tidak sekali-kali akan diterima dari seseorang di antara mereka: emas sepenuh bumi, walaupun ia menebus dirinya dengan (emas yang sebanyak) itu…” (Q.S. Ali Imran: 91);

dan “…Dan (ingatlah) orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak membelanjakannya pada jalan Allah, maka khabarkanlah kepada mereka dengan (balasan) azab siksa yang tidak terperi sakitnya” (Q.S. at-Taubah: 34).

Semua ayat di atas tidak memerintahkan penerapan dinar, karena bentuk kalimatnya adalah khabariyah (berita) dan juga tidak menjelaskan bahwa hanya uang dinar emas dan dirham perak yang sah dan halal digunakan umat Islam dalam melakukan berbagai aktivitas ekonomi. Ayat-ayat di atas hanya menjelaskan fungsi emas (dinar) dan perak (dirham) sebagai alat penyimpan nilai (store of value), alat penukar (medium of exchange), dan alat pengukur nilai (standard of measurement).
emoticon-Cek PM
profile picture
Kaskus Addict #10
ongkir ke jogja brp gan? minat serius.. tp liat ongkir dulu emoticon-Malu
profile picture
Aktivis Kaskus #11
Kalau belinya lebih dari 5 ane kasih ongkir gratis + Asuransi JNE ke jogja gan...
Barang ready stock awal juni soalnya kemarin ada yang borong 25 khamsa gan
Barang dijamin asli khamsa dirham cetakan ANTAM
profile picture
Kaskus Addict #12
kalo ane ambil (1 Dirham) 5 biji lokasi ane tangerang gan...
boleh gratis Ongkir + Asuransi gan...
thx B4...
profile picture
Aktivis Kaskus #13
Kalau ambil 5 khamsa (25 dirham)
Gratis ongkir + asuransi jne bos
Dirham khamsa cetakan logam mulia dari geraidinar.com
profile picture
Aktivis Kaskus #14
emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskus
profile picture
Aktivis Kaskus #15
emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
profile picture
Aktivis Kaskus #16
Minggu Depan Dirham Khamsa Ready Stock,emoticon-I Love Indonesia
Menerima COD Jaksel dan Jaktim serta Kirim ke Seluruh Indonesia dengan ASURANSI
profile picture
Aktivis Kaskus #17
emoticon-Sundul:emoticon-Sundul:emoticon-Sundul:
profile picture
Aktivis Kaskus #18
emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskus
profile picture
Aktivis Kaskus #19
emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Indonesia
profile picture
Aktivis Kaskus #20
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia